Cara Membuang Sampah Residu dengan Benar
Sampah residu tetap harus dikelola dengan aman. Ikuti panduan berikut untuk setiap jenis.
Popok Bayi & Pembalut
Bungkus rapat dengan kantong plastik atau koran sebelum dimasukkan ke tempat sampah residu. Pastikan ikatan kuat untuk mencegah bau dan penyebaran kuman.
Kaca Pecah & Cermin
Bungkus 2–3 lapis koran tebal, masukkan ke kotak kardus. Tulis "KACA PECAH - HATI-HATI" di sisi luar agar petugas kebersihan tidak terluka.
Baterai, Aki & Lampu TL
Mengandung merkuri dan timbal berbahaya. Serahkan ke TPS khusus limbah B3 atau apotek terdekat yang menerima pengembalian. Jangan dibuang di tempat sampah biasa.
Obat Kadaluarsa & Jarum Suntik
Hancurkan tablet dan encerkan sirup sebelum dibuang. Kembalikan ke puskesmas atau apotek. Jarum suntik wajib dibuang ke wadah khusus (safety box).
Styrofoam & Tisu Kotor
Styrofoam tidak terurai ribuan tahun. Kurangi penggunaan — bawa kotak makan sendiri. Tisu kotor langsung ke tempat sampah residu, jangan dicampur organik.
Puntung Rokok
Pastikan api benar-benar padam sebelum dibuang (rendam air sebentar). Puntung rokok mengandung ribuan zat kimia yang mencemari tanah dan sumber air.
Fasilitas yang Disediakan Tim KKN
Tong Komposter
Ember komposter sederhana dengan kran di bagian bawah untuk menampung pupuk cair (POC) hasil fermentasi sampah dapur.
Tempat Sampah 3 Warna
Dipasang di balai desa, pos ronda, dan mushola. Warna Hijau–Biru–Merah memudahkan warga memilah sampah di ruang publik.
Alat Pencacah Sampah
Mempercepat proses pengomposan dari 30 hari menjadi 12–15 hari dengan mencacah bahan organik menjadi potongan lebih kecil.